Posted by: euzoia | August 4, 2010

Etrading : saham dan forex

detik Finance : Market Flash eTrading

Dow Jones: Saham-saham AS berjatuhan, menarik Indeks Standard & Poor’s 500 turun dari lebel tertinggi dalam 10 minggu terakhir, sehubungan dengan data penjualan rumah, permintaan produksi, dan konsumsi masyarakat yang lebih rendah dari perkiraan menimbulkan keraguan akan pemulihan ekonomi. Protect & Gamble Co., produsen peralatan rumah tangga terbesar di dunia, turun 3.4%. Dow Chemical Co., produsen bahan kimia terbesar di AS, turun 10% setelah mencatatkan penurunan pendapatan yang lebih rendah dari yang diperkirakan. Penurunan berhasil ditekan setelah saham Pfizer Inc. naik 5.6% yang kemudian memimpin rally dari perusahaan-perusahaan kesehatan setelah mencatatkan pendapatan yang melebihi perkiraan, dan saham-saham energi ikut mengalami kenaikan dikarenakan harga minyak mentah yang berhasil mencapai $82 per barel. The Standard & Poor’s 500 Indeks (-0.5%) 1,120.46; Dow Jones Industrial Average Indeks (-0.4%) 10,636.38.

Regional : Bursa saham Asia melemah di hari Rabu seiring lesunya data AS yang menimbulkan kembali kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Sementara itu, apresiasi yen memukul saham-saham ekspotir Jepang. Investor terpukul oleh koreksi pada Wall Street di hari Selasa, yang dipicu oleh kinerja keuangan yang mengecewakan dari Procter & Gamble dan Dow Chemical. Nikon (-2.5%), Tokyo Electron (-2.4%), Sony (-1.4%). Toyota Motor (-1.1%) dan Honda Motor (-0.9%). Nikkei (-1.4%) 9556, S&P/ASX 200 (-0.3%) 4557, Kospi (-0.3%) 1785, STI (-0.17%) 3009.

Commodity: Harga minyak mentah menurun dari nilai tertinggi selama tiga bulan terakhir di NewYork seiringan dengan ekuitas yang ikut menurun membuat kekhawatiran beberapa pihak akan menghentikan laju permintaan bahan bakar yang kemudian akan melemahkan laju pemulihan ekonomi AS. Harga minyak jatuh untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir setelah ekuitas-ekuitas AS mengalami penurunan sehubungan dengan data-data dari penjualan rumah, permintaan produksi pabrik, dan konsumsi masyarakat yang lebih rendah dari yang diperkirakan menimbulkan keraguan akan pemulihan ekonomi. Institut Petroleum AS menyatakan bahwa pada minggu lalu, persediaan bahan bakar meningkat 2.3 juta barrel. Institut Petroleum AS juga menyatakan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami pernuranan sebanyak 776,000 barrel pada minggu lalu. Survey analis yang dilakukan oleh Bloomberg sebelum laporan Departemen Energi AS menyatakan bahwa persediaan minyak mentah kemungkinan turun 1.65 juta barrel. Persediaan minyak mentah untuk bulan September diperdagangkan di Bursa Berjangka NewYork mengalami penurunan sebanyak 29 sen, atau 0.4%, ke level $82.26 per barrel. WTI Crude (-0.3%) $ 82.3/barrel, Gold 100 (+0.4%) USD 1,192/t oz, CPO (-0.2%) RM 2,593/MT, Nickel (-1.3%) USD 21,665/MT, Tin (-0.1%) USD 19,850/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Redenominasi Rp tak ubah fundamental ekonomi
Ekonom berpandangan penyederhanaan penyebutan nilai mata uang (redenominasi) belum perlu dilakukan karena tidak mengubah fundamental ekonomi nasional. Itu tidak perlu, karena redenominasi rupiah tidak mengubah fundamental ekonomi Indonesia,ungkap Kepala Ekonom Bank Mandiri. Bank Indonesia membuat gagasan untuk melakukan redenominasi mata uang sebagai langkah efisiensi dan menyelaraskan dengan nilai mata uang negara kawasan menjelang Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015.(bisnis/yc)

Industry: Data Ekspor dan Impor Masih Positif
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, menilai penguatan nilai rupiah yang terjadi belakangan ini belum mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Karenanya pemerintah menilai pertumbuhan ekspor ke depan akan berjalan positif. Data BPS menyebutkan, impor barang modal pada Juni mencapai US$ 2,09 miliar. Kedua tertinggi setelah impor bahan baku penolong yang mencapai US$ 8,74 miliar. Anny mengatakan, pemerintah terus akan memantau perkembangan ekonomi dan indikator yang mendukung.

Banking: Rights Issue BNI dan Bank Mandiri Dijajakan ke Asing
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta rights issue atau penerbitan saham baru yang akan dilakukan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk ditawarkan ke investor asing. Pasalnya, target dana yang cukup tinggi tidak akan bisa dipenuhi oleh investor dalam negeri. Ia mengatakan, dengan target dana yang cukup besar itu, maka diharapkan ad partisipasi investor asing dalam aksi korporasi oleh dua bank BUMN itu tersebut. Mustafa menambahkan, jika target dana Rp 20 triliun itu terealisasi maka BNI dan Bank Mandiri bisa menyalurkan kredit hingga Rp 200 triliun jika memakai gearing ratio hingga 10 kali.

Economic: BI Rate Diprediksi Tetap 6,5%
Meski ada tekanan inflasi,Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 6,5%. Tekanan inflasi dalam 7 bulan tahun ini lebih banyak disebabkan masalah pasokan, bukan karena melonjaknya permintaan. Dengan ukuran inflasi secara yoy, month to month sebesar 1,57% pada Juli 2010 dan Januari-Juli 2010 sebesar 4,02%, BI Rate kemungkinan akan naik sekitar 50-75 basis poin (bps).

Economic: Studi: Pasar Saham di Wilayah Muslim “Rally” Selama Ramadhan
Ramadhan, bulan paling suci dalam kalender Islam ditandai dengan doa dan puasa, juga waktu menggembirakan untuk pasar saham di mayoritas negara Muslim, menurut sebuah studi baru. Pasar saham di Oman, Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Yordania, Mesir, Maroko, Tunisia, Malaysia, Bahrain, Indonesia dan Arab Saudi menghasilkan tingkat pengembalian rata-rata 38 persen selama bulan Ramadhan pada 1989 hingga 2007, menurut laporan tersebut dibandingkan dengan rata-rata tingkat pengembalian 4,3 persen dari sisa tahun tersebut. Seorang profesor keuangan di University of New Hampshire di Durham, Ahmad Etebari yang memimpin studi tersebut, mengatakan dia terkejut dengan penemuannya itu. “Puasa adalah sungguh sebuah cobaan berat selama hari-hari musim panas yang panjang di Timur Tengah,” kata Etebari, yang lahir di Iran. “Saya perkirakan untuk melihat sebaliknya.” Sejak Ramadhan ditentukan oleh kalender lunar (kalender bulan), tanggal mulainya Ramadhan bervariasi dari tahun ke tahun. Etebari menemukan bahwa pasar-pasar yang ia analisis berkinerja kuat, terlepas dari waktu Ramadhan.

Euro: Saham Eropa Ditutup Bervariasi Tipis
Pasar saham Eropa ditutup bervariasi tipis pada Selasa, menyusul konsolidasi kenaikan tajam yang dibuat hari sebelumnya didukung hasil kuat perusahaan yang dipimpin oleh bank dan data ekonomi Amerika yang lebih baik dari perkiraan. Dealer mengatakan tidak ada kejutan dalam beberapa aksi ambil untung yang diberikan kenaikan kuat pada Senin tetapi yang utama bahwa sentimen – dan Wall Street – yang naik dengan baik dalam menghadapi sebagian besar angka AS yang mengecewakan. Berbeda dengan saham, dolar berada di bawah tekanan, jatuh menembus 1,32 terhadap euro pada kajian ini, disorot oleh data Selasa, bahwa pemulihan Amerika Serikat sedang melambat. Apakah AS berisiko tergelincir kembali ke dalam resesi, masih isu utama, dengan sebagian besar analis pada saat itu akan tidak percaya tapi takut itu bisa, terutama jika pengangguran terus meningkat. Di London, indeks FTSE 100 dari saham-saham terkemuka hampir tidak berubah pada 5.396,48 poin. Di Paris, indeks CAC 40 merosot 0,12 persen menjadi 3.747,51 poin, namun di Frankfurt, DAX meningkat 0,25 persen ke 6.307,91 poin. Michael Hewson, analis CMC Markets, mengatakan beberapa investor sedikit gugup dan memutuskan untuk mengambil keuntungan. “Sementara pendapatan terus datang pada sisi positif, data ekonomi terus mengecewakan dan ini membuatnya mengundang untuk membukukan keuntungan dalam jangka pendek.”

US: Laba NYSE Kuartal II-2010 Mencapai US$ 184 Juta
Buktinya, operator bursa AS, NYSE Euronext, mampu meraih laba kuartal II-2010 sebesar US$ 184 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, NYSE menderita kerugian US$ 182 juta. Chief Executive Officer Duncan Niederauer menyebut kenaikan laba ini berkat tingginya jumlah transaksi derivatif di bursa. Transaksi derivatif di NYSE naik 39% menjaadi US$ 305 juta. Selain itu, kami juga melakukan penghematan dengan memotong biaya. NYSE juga tertolong dengan penguatan mata uang dolar AS. Pada kuartal ini, dolar menguat 10% dari euro.

Corporate news

WIKA: Bidik laba Rp120 miliar per Juni
PT Wijaya Karya Tbk memproyeksikan laba bersih semester I.2010 akan mencapai Rp120 miliar, atau menguat 30% dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun lalu Rp93 miliar. Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan optimistis laba bersih tersebut masih bis dicapai, meski menghadapi persaingan antar perusahaan konstruksi di Indonesia yang makin ketat. Sekretaris perusahaan Wika Natal Argawan menambahkan perolehan kontrak baru senilai Rp2,36 triliun itu, perseroan pada paruh pertama tahun ini tengah mengerjakan proyek senilai Rp12,78 triliun atau 61,42% dari target order book perseroan tahun ini Rp20,81 triliun. Hingga Juni 2010, perseroan meraih kontrak senilai Rp2,36 triliun, atau 23,39% dari target kontrak tahun ini yang dipatok sebesar Rp10,09 triliun. Nilai tersebut belum termasuk proyek infrastruktur Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) senilai US$314 juta.

EXCL: Benamkan Investasi Rp 2 Triliun di Kawasan Timur
PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus berekspansi. Yang terbaru, EXCL tengah menggenjot pemasukan dari kawasan timur Indonesia lewat pembentukan wilayah baru yakni XL North Region. Joy Wahjudi, Direktur Commerce EXCL mengatakan, memasuki semester II, pihaknya bersiap benamkan dana investasi mencapai Rp 2 triliun untuk regional yang baru dibentuk. Nantinya, uang tersebut bakal dikucurkan untuk keperluan membangun Base Transceiver Station (BTS) baru sejumlah 1.000 tower. Rincinya, 600 tower BTS di daerah Kalimantan dan sekitar 400 di Sulawesi.

BVIC: Bess Dapatkan Pinjaman Rp 100 M dari Bank Victoria
PT Bentara Sinergis Finance (Bess Finance) mendapat pinjaman dana sebesar Rp 100 miliar dari PT Bank Victoria Tbk. Direktur Utama Bess Finance Anta Winarta bilang, pinjaman itu akan digunakan sebagai modal kerja dan mengembangkan jaringan pemasaran perusahaan. Tahun ini Bess Finance akan melebarkan sayap bisnis ke kota-kota di Sumatera dengan cara membuka point of sales (POS).

BMRI: Mandiri incar laba Rp4 triliun pada semester II
PT Bank Mandiri Tbk mengincar pendapatan laba sedikitnya Rp4 triliun atau lebih pada semester II 2010. Direktur Micro & Retail Bank Mandiri Budi G Sadikin mengemukakan proyeksi perolehan laba tersebut merujuk pada laba perusahaan pada semester I 2010 yang mencapai Rp4 triliun. Dia mengemukakan perolehan laba pada semester I 2010, terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 30% secara tahunan (year on year/yoy).

MYRX: Rampungkan Akuisisi Produsen Elpiji Rp 10,454 Miliar
PT Hanson International Tbk (MYRX) telah merampungkan akuisisi 97% saham PT Apinus Rama, perusahaan yang bergerak dalam industri tabung gas elpiji 3 Kg dengan menyuntikkan modal Rp 10,454 miliar. Akuisisi PT Apinus Rama dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan perseroan ke depan. Dengan pengambilalihan perusahaan tabung gas ini, MYRS akan fokus pada usaha di bidang kontraktor migas yang dianggap memiliki prospek yang baik di masa depan. Sebagai anak usaha yang baru, PT Apinus Rama kini memiliki kapasitas produksi 4 juta unit per tahun. Hingga tahun 2010 ini, utilitas telah mencapai 60%, dan akan ditingkatkan menjadi full capacity di tahun 2012.

NIKL: Bidik Penjualan Pelat Timah 24 Ribu Ton di Triwulan III-2010
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menargetkan dapat mencetak volume penjualan 24 ribu ton pelat timah pada triwulan-III 2010. Hingga akhir semester I-2010, NIKL telah memproduksi 58 ribu ton pelat timah. target volume produksi plat timah perseroan hingga akhir September 2010 mencapai 24.500 ton, atau jauh lebih tinggi dari volume penjualan yang diperkirakan mencapai 24 ribu ton. Hingga semester-I 2010, perseroan mencatat produksi 58 ribu ton. Jika mengacu pada angka tersebut, maka volume produksi anak usaha PT Krakatau Steel di triwulan-III mencapai 42,24% dari capaian di paruh pertama 2010. Perseroan juga mencatat peningkatan penjualan di semester I-2010 menjadi Rp 722,925 miliar, naik 21,29% dari tahun sebelumnya Rp 596,03 miliar. Aset pun ikut naik 82,98% menjadi Rp 861,214 miliar dibanding periode yang sama 2009 sebesar Rp 470,587 miliar.

KOIN: Cetak Kenaikan Laba Bersih 1,87%
Perusahaan distribusi alat bangunan dan sanitari, PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) mencetak kenaikan laba bersih Semester I-2010 sebesar 1,87 persen menjadi Rp4,62 miliar dari sebelumnya Rp4,53 miliar di semester I-2009. Kenaikan laba bersih perseroan tersebut, disumbang dari kenaikan penjualan bersih di enam bulan pertama tahun ini sebanyak 36,63 persen menjadi Rp386,38 miliar dibandingkan dengan Rp282,78 miliar di enam bulan pertama tahun lalu.

BEKS: Recapital teken akta akuisisi Bank Eksekutif
PT Recapital Securities telah melakukan penandatanganan akta akuisisi PT Bank Eksekutif Internasional Tbk pada 27 Juli 2010 setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), disampaikan bahwa penandatanganan akta akuisisi dilakukan setelah terbit surat BI No. 12/84 K BI/DPIP/Rahasia tanggal 29 Juni 2010. Selain itu, berdasarkan kesepakatan dengan existing pemegang saham pengendali lama Bank Eksekutif, seluruh saham existing pemegang saham pengendali lama dialihkan juga ke Recapital dan afiliasinya bersamaan dengan ditandatanganinya akta itu.

TCID: Umumkan transaksi afiliasi Rp768 juta
PT Mandom Indonesia Tbk menandatangani sewa menyewa bangunan dengan PT Asia Paramita Indah, perusahaan yang terafiliasi, senilai Rp768 juta dengan masa sewa 2 tahun. Di dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Sekretaris Perusahaan Mandom K. Junus mengatakan transaksi itu tidak termasuk transaksi yang merupakan material karena nilainya tidak lebih dari Rp5 miliar dan tidak melebihi 0,5% dari modal disetor perseroan. Mandom membukukan penurunan laba bersih sepanjang semester I/2010 sebesar 15,74% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laporan keuangan tidak diaudit perseroan per Juni 2010 menunjukkan laba bersih perseroan dibukukan sebesar Rp68,73 miliar dibandingkan dengan Rp81,58 pada tahun lalu.

COWL: Pendapatan di Semester I Tumbuh 37,05%
PT Cowell Development Tbk (COWL) berhasil mencatatkan kinerja yang baik di semester I 2010. Berdasarkan siaran pers yang disampaikan, COWL mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sampai 37,05% ke Rp 45,14 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut lebih disebabkan beberapa proyek yang sudah rampung dikerjakan. Salah satu di antaranya yakni proyek perumahan menengah ke atas, Serpong Terrace. Peningkatan pendapatan tersebut juga mempengaruhi laba usaha dari COWL yang meningkat 65,34% menjadi Rp 7,8 miliar. Sedangkan laba bersih juga naik 41,84% ke Rp 2,53 miliar.

PTBA: Bersama CIC Siap Bermitra
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) siap menggandeng China Investment Coproration (CIC) untuk membiyai proyek perseroan, khususnya di Muara Enim, Sumatera Selatan. Namun, Bukit Asam belum bertemu pihka CIC untuk menegosiasikan kerja sama tersebut. Investasi CIC sebesar US$2 miliar tersebut merupakan bagian dari alokasi CIC untuk Indonesia senilai total US$25 miliar.

INDR: Laba Indorama melonjak
PT Indorama Syntetics Tbk membukukan kenaikan laba bersih sebesar 192,3% menjadi US$3,8 juta pada semester I/2010 dibandingkan dengan US$1,3 juta pada periode yang sama tahun lalu. Dalam materi paparan publik yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, disebutkan salah satu penopang peningkatan laba tersebut adalah peningkatan penjualan. Sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, penjualan bersih emiten dengan kode saham INDR tersebut mencapai US$296 juta, naik 24,78% dibandingkan dengan US$237,2 juta pada periode yang sama 2009. Adapun, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat turun 5,18% menjadi US$18,3 juta dibandingkan dengan US$19,3 juta.

RALS: Laba Ramayana turun
Laba bersih PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk pada semester I tahun ini turun sebesar 38,53% menjadi Rp48,92 miliar dibandingkan dengan Rp79,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang belum diaudit, beban usaha perusahaan tercatat naik 17,85% menjadi Rp570,88 miliar dari Rp484,41 miliar. Namun, pendapatan tercatat naik sebesar 13,38% menjadi Rp1,95 triliun dibandingkan dengan Rp1,71 triliun pada 6 bulan pertama tahun lalu. Direktur Ramayana Lestari Sentosa Setyadi Surya enggan mengomentari kinerja perseroan sepanjang semester I tahun ini. Kendati demikian, dia tetap optimsitis bisa membukukan pertumbuhan pada tahun ini.

BAYU: Bukukan Pendapatan Rp580 Miliar
PT Bayu Buana Tbk (BAYU) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp580,43 miliar pada 1H10 atau naik tipis 4,1% dibandingkan periode sama 2009 senilai Rp557,37 miliar. Kenaikan pendapatan perseroan turut menopang perolehan laba bersih pada 1H10 menajdi Rp935,36 juta, meningkat 53% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp610,96 juta. Meski demikian, laba usaha turun tipis 4,3% dari Rp1,85 miliar menajdi Rp1,77 miliar.

BBCA: Fasilitasi KPA Ciputra Property
PT Ciputra Adigraha, anak usaha PT Ciputra Property Tbk, bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkait fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) untuk para pembeli Apartemen myHome di superblok Ciputra World Jakarta. Saat ini apartemen myHome masih menyisakan sekitar 60 unit. Pasalnya dari 136 unit, sebanyak 76 unit apartemen atau sekitar 55% sudah terjual.

BLTA: Rights issue BLTA sepi peminat
Minat investor terhadap rights issue BLTA sepi, sehingga target perolehan dana dari aksi korporasi itu sebesar Rp1,23 triliun hanya terpenuhi sebesar 80%. Direktur BLTA, Kevin Wong, menuturkan kekurangan dana ditutup oleh pembeli siaga rights issue perseroan, yaitu PT Danatama Makmur, Deutsche Bank AG, DNB NOR Bank ASA, dan Standard Chartered Securities Pte Limited

IPO: BUMN Ingin Garuda IPO pada Kuartal IV
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap rencana penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) PT Garuda Indonesia bisa segera dilaksanakan. Setidaknya, IPO tersebut bisa digelindingkan pada kuartal IV tahun ini. Awalnya, pemerintah mengharapkan IPO Garuda bisa dilaksanakan pada kuartal III tahun ini. Perhitungannya, kondisi makro ekonomi sangat pas. Hanya saja, rencana ini cukup sulit direalisasikan karena Garuda harus menyelesaikan utang dengan PT Bank Mandiri Tbk.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: